Our Method

writing

I am a firm believer that one of the best ways to get a grip of a language is to read and listen more. The more you do, the more natural it is for you to construct words and sentences in your head, and speaking and writing come more naturally after.

Saya sangat percaya bahwa salah satu cara terbaik untuk menguasai satu bahasa adalah dengan lebih banyak membaca dan mendengar. Semakin banyak kamu melakukan kedua hal tersebut, semakin kuat kemampuan anda untuk membangun kata-kata menjadi kalimat, dan berbicara dan menulis bahasa Inggris akan menjadi biasa nantinya.

Most classrooms conversation examples are pretty dated (because they were made nong nong time ago). Sure they cover the basics, but enough about booking a hotel room in person! I can’t remember the last time, or if I ever booked a hotel room in person. This is 2014 and I book hotel rooms through the Internet.

Banyak kelas-kelas bahasa Inggris yang sudah tua (karena memang dibuat waktu jaman dahulu). Tentu semua itu akan membantu untuk mempelajari dasar-dasarnya. Tapi bosan kan belajar misalnya untuk membuat reservasi kamar hotel. Saya tidak ingat kapan terakhir kali mereservasi kamar hotel pakai bicara secara langsung atau di telepon. Ini tahun 2014 dan saya book kamar hotel melalui internet.

computer

One major thing that I was never taught back when I was in Indonesia, is how to explore the language via literature and popular culture. And this is what Practical English is set out to do. We are going to do short stories, articles, podcasts, and movies – something that you’re actually interested in in real life, and use them to compile opinion essays.

Satu yang sangat penting yang tidak pernah saya pelajari waktu di Indonesia adalah bagaimana belajar bahasa Inggris melalui sastra dan kebudayaan populer. Dan ini apa yang Practical English akan ajarkan. Kita akan mempelajari cerita pendek, artikel, podcasts, dan film — hal-hal yang kamu sukai di dunia nyata, dan kita akan gunakan hal tersebut untuk membangun tulisan pendek atau essay.

Essay! I heard you squirming with the potential of writing an essay. But if you think about it, essay is just a personal piece to express your opinion. (“Essays can consist of a number of elements, including: literary criticism, political manifestos, learned arguments, observations of daily life, recollections, and reflections of the author.” – the wonderful Wikipedia) Even blog post is essentially an essay – as long as it’s of a certain length.

Essay! Saya sudah bisa tebak kalau anda tidak suka menulis essay. Tetapi kalau kita pikirkan kembali, essay adalah hanya sebuah tulisan untuk mengungkapkan pendapat kamu. (“Essay bisa berupa apa saja, termasuk kritik sastra, politik, argumentasi, cerita sehari-hari, koleksi dan cerita tentang si penulis sendiri” – si pintar Wikipedia). Tulisan-tulisan di blog juga termasuk essay (selama tidak terlalu pendek).

speaking
The most important thing is to learn how to understand what you consume (be it books, movies, video games, or current news), gather your own thoughts, and express those thoughts in articulate manner. In English.

Yang sangat penting adalah belajar bagaimana kamu bisa mengerti apa yang kamu serap (bisa dalam bentuk buku, film, video games, dan juga berita-berita terkini), coba rangkum pikirian anda dan ekspresikan pikiran tersebut dalam cara yang baik. Dalam bahasa Inggris.

If you happen to have experienced a time when you are forced to speak nothing but English (a bule everyone?), you would remember that while it is not too difficult to understand someone speaking and reply with short answers – yes, no, not really, wow that is good, it is a whole different difficulty level to tell your story. Imagine someone asking you, “What can you tell me about Indonesia?” What indeed. Can you tell me that story in more than a few words? Can you tell me about the land, the people, the culture, the food, and your feelings about the country?

Kalau dalam suatu saat kamu mengahadapi situasi dimana kamu harus berbahasa Inggris (mungkin ketemu orang Bule?), mungkin kamu ingat kalau untuk mengerti apa yang dikatakan dan membalasnya dalam kata-kata yang singkat seperti “yes, no, not really” itu tidak terlalu susah. Tapi untuk menceritakan tentang sesuatu adalah tingkat kesulitan yang sangat berbeda. Coba bayangkan apabila ada orang bertanya “What can you tell me about Indonesia?” Apa ya? Bisakah kamu ceritakan yang panjang? Bisakah kamu ceritakan tentang kebudayaan dan orang-orangnya, makanan dan perasaan kamu tentang negaranya?

You might want to write it down first.

And that is how I learned.

Kamu mungkin mao menulisnya terlebih dahulu.

Dan itulah bagaimana cara saya belajar.

happy

Leave a Reply